Beranda SEJARAH POLITIK PERTEMPURAN STALINGRAD

PERTEMPURAN STALINGRAD

OLEH : Daffa Nugroho Ananda

Pertempuran Stalingrad merupakan pertempuran paling terbesar selama Perang Dunia II. Pertempuran ini menggambarkan dimana Nazi Jerman beserta sekutu-sekutunya ingin menginvasi dan menguasai kota Stalingrad yang terletak di Uni Soviet (Sekarang Rusia). Pertempuran ini terjadi pada 23 Agustus 1942 dan berakhir pada tanggal 2 Februari 1943. Pertempuran ini merupakan pertempuran paling tragis sepanjang Perang Dunia II dimana Jerman kehilangan banyak bala tentara, kendaraan dan juga suplai. Sebaliknya juga Uni Soviet kehilangan bala tentaranya yang diperkirakan hampir lebih dari 1.000.000 lebih karena perintah dari Joseph Stallin atau yang biasa kita kenal sebagai “Order 227”.

[1]Pertempuran di awali dengan pertempuran jarak dekat (Close Quarter Battles). Dengan yakin pasukan Nazi Jerman yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan Uni Soviet. Tentara Nazi Jerman dengan percaya diri memberanikan untuk melawan pertahanan Uni Soviet yang sangat kuat yang terdiri dari Artileri, Tank, dan Anti Tank Gun yang tersebar di seluruh penjuru kota Stalingrad. Pertahanan Uni Soviet terdiri dari 40.000 serdadu awalnya dan diperkirakan masih belum mampu untuk melawan serangan dan juga pertahanan yang dimiliki oleh Jerman Nazi.  Meskipun Pertahanan Uni Soviet terlihat rentan tetapi terlihat bahwa pasukan tentaranya jauh lebih kuat dibandingkan dengan pertahanannya karena selama masa Perang Dunia II (Prasetya, 2019: 82).

[2]Dengan kehebatan kepemimpinan Perwira Tinggi Uni Soviet Rusia dengan kemampuan Militernya yang sangat luar biasa terbukti sebagai alasan mengapa pada waktu itu Stalingrad masih belum bisa jatuh secepatnya ke tangan Jerman Nazi. Ada salah satu Perwira tinggi Rusia yang diberikan tugas untuk menyelamatkan Stalingrad .Pertama, Jenderal Vasili Chuikov, dia adalah deputi panglima komando dari Grup 64 selatan Stalingrad. Dia adalah seorang yang sangat ahli menerapkan kebijakan strategi perang. Ketika Jederal Chuikov  memasuki Stalingrad dia telah kehilangan setengah dari pasukannnya karena strategi dan taktik perang Jerman Nazi. Pada akhirnya seluruh unit pasukan Jenderal Chukov berkorban demi mempertahankan kota Stalingrad. Ada satu unit tempur yang rela untuk berkorban demi tanah airnya yaitu satuan elit Divisi 13 Penjaga. Pasukan satuan elit ini hanya dikirim sekitar 10.000 pasukan tetapi mereka berhasil memasuki kota Stalingrad berkat kemampuan taktik perangnya (Oktorino, 2014 : 30).

Pada akhir Oktober 1942, pertahanan garis depan Uni Soviet sudah sangat lemah dan hanya bisa menduduki beberapa kantong-kantong kecil didalam kota. Namun keletihan tentara Jerman karena kurangya amunisi dan musim dingin di Kota Stalingrad membuat Uni Soviet merencanakan untuk melakukan serangan balik atas kekalahannya di awal pertempuran. Pada 19 November 1942, Uni Soviet melakukan Serangan Balik sebagai upaya balas dendam ke pasukan Jerman Nazi yang sudah menggerogoti pasukan Uni Soviet saat mula-mula pertempuran Stalingrad dimulai. Serangan ini dipimpin oleh Jenderal Zhukov, seorang Field Marshall senior Rusia dan dia memberi kode  serangan ini dengan nama “ Operation Uranus”.

Serangan Balik Uni Soviet yang dibekali dengan Operations Uranus ini berhasil memukul mundur tentara Nazi Jerman di titik lemahnya, yakni 100 kilometer Barat Stalingrad dan di 100 Kilometer Selatan. Setelah menghancurkan titik lemahnya tentara Nazi Jerman  di bagian Barat Stalingrad dan Selatan. Kemudian pasukan Uni Soviet mengepung dan merangkap seluruh pasukan Tentara ke-6 Jerman di dalamnya untuk memutuskan jalur logistik. Persiapan Rusia sudah sangat matang meliputi dari 14.000 artileri berat, 1000 Tank kelas medium T-34  dan 1,350 pesawat tempur. Jumlahnya yang cukup banyak dan dimana tentara Nazi Jerman sedang kekurangan suplai dan amunisi saat itu menjadi santapan yang empuk. Serangan balik ini membuat Jerman kehilangan tentara, amunisi, suplai  beserta kendaraan perangnya .

BACA:  Keterkaitan Antara Soekarno Dengan DN.Aidit dan Partai Komunis Indonesia

Pasukan Tentara ke-6 Jerman yang sudah terperangkap di Kota Stalingrad tidak memiliki harapan apalagi untuk melawan pasukan Uni Soviet yang sudah lengkap dengan persenjataan dan juga pasukannya yang tak sebanding dengan pasukan Tentara ke-6 Jerman. Uni Soviet memperluas pertahananya dengan 60 divisi dan 1000 Tank diluar Stalingrad untuk mencegah keluarnya Tentara ke-6 Jerman dari Stalingrad. Karena kurangnya strategi dan cara lain, Hitler akhirnya memerintahkan Jenderal Von Paulus, panglima komando Tentara ke-6 untuk tetap dalam posisi dan mempertahankan serangan dari Uni Soviet dalam berbagai cara.

Sebagai bala bantuan karena pasukan tentara ke-6 sudah sangat lemah, Herman Goering, Reischmarschall berjanji akan menerbangkan 500 ton logistik setiap harinya ke pasukan Von Paulus. Namun janji tersebut jauh di atas kapasitas sebenernya Luftwaffe pada waktu itu. Walaupun begitu, operasi suplai logitsik melalui udara pun dilakukan. Dalam proses tersebut malah terjadi hal yang cukup fatal dimana Luftwaffe kehilangan 488 pesawat kargo karena tertembak jatuh oleh Anti Aircraft Gun milik Uni Soviet. Pada akhirnya hanya 100 ton logistik perhari terealisasi, membuat pasukan Tentara ke-6 secara cepat kehilangan kemampuan dalam bertempur karena minimnya amunisi dan bahan makanan sehingga banyak pasukan yang kelaparan.

BACA:  Keterkaitan Antara Soekarno Dengan DN.Aidit dan Partai Komunis Indonesia

Setelah 3 minggu kemudian tepatnya pada 12 Desember 1942 Jenderal Von Mansein panglima komando Jerman yang berada di Selatan Rusia berusaha mencoba untuk menghancurkan dan menyerang pertahanan Uni Soviet. Namun ia tidak sanggup melawan kuatnya pertahanan di Selatan Rusia. Kemudian pada tanggal 10 Januari 1943,Jenderal Zhukov sudah memberikan ultimatum berkali-kali kepada Von Paulus untuk menyerah. Namun Von Paulus mengabaikan hal tersebut.

 [3]Pada akhirnya Jederal Zhukov memutusukan untuk memberikan serangan terakhir untuk menghabiskan seluruh pasukan Tentara ke-6 Jerman yang masih bertahan di kota Stalingrad. 47 divisi Rusia menyerang Tentara ke-6 Von Paulus dari berbagai arah. Dalam penyerangan ini pasukan tentara ke-6 Jerman banyak yang berkorban hingga titik darah penghabisan dan juga banyak yang tertawan. Pada 22 Januari 1943 Tentara ke-6 Jerman pun akhirnya jatuh ke tangan Uni Soviet. Jenderal Von Paulus pada akhirnya juga ikut menyerah kepada Uni Soviet. Hal ini justru memancing kemarahan Hitler karena di dalam sejarah Jerman baru ada seorang Field-Marshall tertangkap hidup-hidup dan menyerah (Prasetya, 2019:92).

Pada 2 Februari 1943, pertempuran diakhiri dengan sisa pasukan Tentara ke-6 yang tertawan oleh Uni Soviet. Tanggung jawab Paulus dan Goering atas kekalahannya perang ini membuat Hitler murka dan Hitler adalah tipe orang yang tidak mau disalahkan dan semua hal harus mesti benar. Jerman sendiri sudah kehilangan 150.000 perajurit tewas, dan 91.000 tertawan dan dimana hanya 5000 perajurit yang selamat dari penjara Uni Soviet selama bertahun-tahun. Total Prajurit pihak Jerman yang tewas di medan pertempuran Stalingrad adalah 300.000 orang termasuk prajurit sekutu Italia dan Rumania. Dari hikmah pertempuran ini bisa dibuktikan bahwa pasukan Jerman hanyalah manusia biasa dan bisa diakalahkan.   


[1] Ramadhan, Prasetya. (2019). Kill Hitler : Menelusuri Jejak Kekalahan dan Kematian Hitler. Araska Publisher

[2] Oktorino, Nino. (2014). Sieg Heil! Kisah Pendirian Reich Ketiga. PT. Elex Media Komputindo.

[3] Ramadhan, Prasetya. (2019). Kill Hitler : Menelusuri Jejak Kekalahan dan Kematian Hitler. Araska Publisher

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Sejarah Lahirnya Partai Nazi Jerman

Oleh : Daffa Nugroho Ananda NSDAP atau (Nationale Deutche Arbeiter Partei)  dikenal sebuah partai buruh dari Jerman yang pertama...

PERTEMPURAN STALINGRAD

OLEH : Daffa Nugroho Ananda Pertempuran Stalingrad merupakan pertempuran paling terbesar selama Perang Dunia II. Pertempuran ini menggambarkan dimana...

Keterkaitan Antara Soekarno Dengan DN.Aidit dan Partai Komunis Indonesia

Oleh : Daffa Nugroho Ananda Partai Komunis Indonesia merupakan salah satu partai politik  terlarang di Indonesia sejak tahun 1965...

JANGAN JADIKAN KEMITRAAN OJEK ONLINE SEBAGAI PENINDASAN GAYA BARU

Refleksi kondisi mitra ojek online di era pandemi virus Sars-CoV-2 atau virus corona Oleh :Tian Hermawan(Aspal Merah Perjuangan)

Peristiwa PDRI & lahirnya Polwan di Indonesia

kelahiran Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia tak jauh berbeda dengan proses kelahiran Polisi Wanita di negara lain, yang bertugas dalam penanganan dan...