Beranda SEJARAH BIOGRAFI Keterkaitan Antara Soekarno Dengan DN.Aidit dan Partai Komunis Indonesia

Keterkaitan Antara Soekarno Dengan DN.Aidit dan Partai Komunis Indonesia

Oleh : Daffa Nugroho Ananda

Partai Komunis Indonesia merupakan salah satu partai politik  terlarang di Indonesia sejak tahun 1965 dikarenakan partai ini bertentangan dengan ideologi Negara Indonesia yaitu Pancasila. Partai Komunis Indonesia sudah ada di Tanah Air tercinta ini sejak Belanda menjelajah di Indonesia. Partai ini didirikan oleh orang Belanda bernama Hank Sneevlite. Sebelumnya partai ini bernama Indies Social Democratic Veregining atau lebih dikenal dengan nama ISDV. Seiring berjalannya waktu partai ini berubah nama menjadi Partai Komunis Indonesia yang dirubah pada tahun 1920 yang kemudian berkembang hingga tahun 1965. Perjalanan perkembangan partai ini diiringi dengan banyaknya anggota baru seperti tokoh politik, agama, hingga militer dan juga pemberontakan untuk menggulingkan jantung Negara kita hingga menimbulkan korban jiwa serta memengaruhi sistim tatanan politik, birokrasi serta hukum Negara kita.

Pada 23 Mei 1965 PKI merayakan ulang tahunnnya yang ke-45 di stadion Glora Bung Karno. Presiden Soekarno menyambut acara itu dengan sangat bahagia dan menyampaikan pidato yang memikat telinga dan menarik para perhatian masyarakat Indonesia pada saat itu dengan penuh pujian terhadap patriotism PKI  dan semangat perjuangannya dengan melawan kolonialisme dan neokolianlisme dunia. Tidak ada partai politik lain yang adapat berharap untuk mengorganisasi rapat sebesar itu. PKI memiliki kombinasi yang langak antara kecukupan dana, keanggotaan yang sangat luas, dan dukungan presiden (Kasenda, 2014 : 240).

[1]Berasal dari pengakuan Wakil Presiden RI Mohammad Hatta, mengatakan dan menunjukkan bahwa Soekarno dan DN.Aidit mempunyai bibit-bibit saling tidak menyukai satu sama lain. Dalam perjalanannya, masyarakat politik kemudian melihat hubungan Soekarno dengan DN.Aidit yang begitu mesra layaknya seorang sahabat karib sendiri. Sebagaimana dilihat dalam ulang tahun PKI ke-45. Indonesia di bawah Demokrasi Terpimpin semakin bergeser kea rah kiri (Kasenda, 2014 : 242).

Pada masa itu Soekarno membentuk konsep politiknya yaitu NASAKOM (Nasionalis Agama dan Komunis) yang fungsinya untuk menyatukan dan membangun relasi antara agama dan juga komunis yang berada di Indonesia. Pemikiran Politik yang dibentuk Soekarno tersebut memikata para tokoh-tokoh agama dan komunis pada masa itu. PKI yang dibawah pimpinan D.N.Aidit sangat terpengaruh dengan pemikiran Politik Soekarno.  Pada tanggal 21 Februari 1957, Soekarno ingin membentuk Kabinet Gotong Royong dan Dewan Nasional. Dalam kabinet itu nantinya semua partai dan golongan yang mempunyai suara minimal di DPR diikutsertakan.  Dengan demikian Presiden Soekarno secara tidak langsung mengondisikan PKI dimasukkan  dalam kabinet itu sebagaimana pemerintah empat besar dalam Pemilihan Umum 1955 dan di bantu oleh partai-partai kecil. (Kasenda, 2014 : 247).

BACA:  A.R. Baswedan, Liem Koen Hian, dan Hamka

Pengaruh PKI sangat mempengaruhi lembaga-lembaga yang ada di Indonesia karena pada saat itu PKI menguasai hampir beberapa lembaga-lembaga di Indonesia. Hal tersebut berkat kelihaian D.N. Aidit dan perlindungan Soekarno. Sebenernya ada terjadi ketegangan antara D.N.Aidit dan Soekarno dimana D.N.Aidit tidak puas terhadap peranan dan posisi PKI yang tidak menentu terhadap pemikiran Soekarnonisme. Dalam autobiografinya Soekarno mengatakan terdapat perbedaan antara Soekarnoisme dan Komunisme.

            [2]Pada tahun 1964, D.N.Aidit membuat kaget para kalangan politisi di Jakarta mengenai sahnya Pancasila sebagai falsafah Negara. D.N. Aidit mengatakan “Memang Pancasila alat pemersatu. Pancasila tidak perlu digunakan lagi apabila kita telah bersatu”. Dengan adanya NASAKOM, DN.Aidit merasa tidak perlu lagi adanya Pancasila karena NASAKOM bagi dia sendiri sudah merupakan alat pemersatu idelogi-ideologi yang ada di Indonesia. Dari sinilah sangat tampak bahwa DN.Aidit ingin menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi yang dia anutkan (Brackman, 1969 : 30).

BACA:  Peristiwa PDRI & lahirnya Polwan di Indonesia

Kesimpulannya, terdapat keterkaitan antara Soekarno, D.N.Aidit dengan partainya bahwa dengan adanya NASAKOM ideologi-ideologi yang ada di Negara Indonesia menjadi makmur karena adanya persatuan. Dengan dibentuknya NASAKOM D,N.Aidit sebagai ketua C.C PKI sangat terpengaruh oleh pemikiran Soekarno . Pengaruh PKI sangat terlihat dan dapat dirasakan di semua bidang kehidupan sosial dan politik di Indonesia. Namun dapat terlihat bahwa terdapat perbedaan antara soekarnonisme dan Komunisme. Dengan adanya NASAKOM, DN.Aidit membawa rencananya untuk membangkitkan ideologi dengan partai beserta dengan penganutnya.


[1] Kasenda, Peter. (2014). Bung Karno Panglima Revolusi. PT. Galang Press : Yogyakarta.

     [2] Brackman, Arnold C. (1969). The Communist Collapse in Indonesia. New York : W.W. Norton & Con Inc.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Sejarah Lahirnya Partai Nazi Jerman

Oleh : Daffa Nugroho Ananda NSDAP atau (Nationale Deutche Arbeiter Partei)  dikenal sebuah partai buruh dari Jerman yang pertama...

PERTEMPURAN STALINGRAD

OLEH : Daffa Nugroho Ananda Pertempuran Stalingrad merupakan pertempuran paling terbesar selama Perang Dunia II. Pertempuran ini menggambarkan dimana...

Keterkaitan Antara Soekarno Dengan DN.Aidit dan Partai Komunis Indonesia

Oleh : Daffa Nugroho Ananda Partai Komunis Indonesia merupakan salah satu partai politik  terlarang di Indonesia sejak tahun 1965...

JANGAN JADIKAN KEMITRAAN OJEK ONLINE SEBAGAI PENINDASAN GAYA BARU

Refleksi kondisi mitra ojek online di era pandemi virus Sars-CoV-2 atau virus corona Oleh :Tian Hermawan(Aspal Merah Perjuangan)

Peristiwa PDRI & lahirnya Polwan di Indonesia

kelahiran Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia tak jauh berbeda dengan proses kelahiran Polisi Wanita di negara lain, yang bertugas dalam penanganan dan...