Refleksi kondisi mitra ojek online di era pandemi virus Sars-CoV-2 atau virus corona

Oleh :
Tian Hermawan
(Aspal Merah Perjuangan)

Jakarta-Dahulu ketika ojek online muncul di Indonesia kehadiranya membuat fenomenal dan terobosan baru bagi masyarakat sebagai konsumen maupun secara bisnisnya. Pendapatan yang lumayan besar menjadi motivasi bagi para calon mitra ojek online untuk bergabung bahkan sekelas sarjana pun mau menjadi mitra ojek online.

Diketahui bahwa aplikator ojek online yang juga sebagai regulator mengikat mitra driver nya dengan perjanjian kemitraan, dan saat ini perusahaan aplikasi ojek online menjadi perusahaan besar di nasional.

Seiring berjalanya waktu ada beberapa perubahan skema terkait dengan pencapaian bonus dan tarif, dan jumlah ojek online yang begitu masif dalam memenuhi pelayanan pada suatu kota,begitulah prakondisinya.

BACA:  SIKAP MERDEKA NU & MUHAMMADIYAH

Ketika memasuki era pandemi virus Sars-CoV-2 atau Virus Corona, telah mengakibatkan penurunan orderan dan perubahan skema bonus yang semakik kecil pendapatanya. Ada mitra driver yang hanya mendapatkan 2-5 orderan perharinya bahkan ada yang tidak mendapatkan orderan. Hal ini menjadi sebuah dinamika yang cukup ironis sehingga banyak mitra driver yang kesulitan dalam memenuhi nafkah untuk keluarga nya, sebagai Aplikator tentunya dituntut untuk bisa memberikan kebijakan yang dapat menunjang dari solusi yang solutif bagi para mitra nya.

BACA:  SIKAP MERDEKA NU & MUHAMMADIYAH

Banyak dari kawan kawan mitra yang beraspirasi namun banyak juga dari mereka yang tumbang satu persatu karena tidak mampu bertahan dari dinamika menjadi ojek online dimasa pandemi.

Ojek Online juga mempunyai hak untuk menuntut kesejahteraan, dan seharusnya bentuk kemitraan adalah sebagai penyeimbang untuk menjalankan bisnis aplikasi ojek online karena mitra ojek online juga memiliki peranan penting dalam membangun bisnis aplikator Ojek Online jadi sudah seharus nya pihak aplikator mampu melakukan terobosan terobosan inovatif untuk membuat Mitra Ojek Online menjadi konstruktif dalam tingkat kesejahteraanya.

Misal bisa saja diadakan koperasi yang dapat memudahkan mitra ojek online dalam rangka memenuhi solusi mereka dengan menghadirkan program program penunjang kesejahteraan. Juga disektor wirausaha ukm, atau penambahan pendapatan disektor lain. Memenuhi peningkatan pendidikan bagi keluarga mitra ojek online seperti les bahasa inggris atau komputerisasi bagi anak anak mitra ojek online dan terobosan lainya.

BACA:  SIKAP MERDEKA NU & MUHAMMADIYAH

Hal ini yang tidak menjadikan stigma bahwa jika sudah tak mampu bertahan sebagai mitra ojek online dipersilahkan mundur tanpa adanya upaya dan keseriusan dalam menampun aspirasi dan mewujudkanya sebagai sebagai tanggung jawab bagi perusahaan aplikasi ojek online atau aplikator. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here