Beranda PEMBELAJARAN SEJARAH “Hubungan Internasional Pasca Perang Dunia 1, Perang Dunia 2 dan Perang Dingin”

“Hubungan Internasional Pasca Perang Dunia 1, Perang Dunia 2 dan Perang Dingin”


Oleh : Daffa Nugroho Ananda

Perang Dunia mengambil peran penting dalam sejarah perkembangan hubunga internasional. Hal ini dikarenakan, perang dunia dapat dikatakan sebagai akibat dari sistem kolonialisme. Selain itu, perang dunia juga turut mengambil bagian dalam munculnya istilah nasionalisme, serta bagaimana kemudian hal tersebut menjadi salah satu dari beberapa unsur penting dalam Ilmu Hubungan Internasional.


Meletusnya Perang Dunia I diawali dengan terbunuhnya Pangeran Ferdinand dari Austria, yang kemudian terus berujung hingga perang. Perang tersebut terselesaikan setelah adanya perjanjian Versailles.

Tetapi, perjanjian tersebut tidaklah benar-benar menyelesaikan konflik yang ada melainkan justru membuat masalah baru.

Perjanjian Versailles sepenuhnya berisi hal-hal yang merugikan Jerman.

Negara Jerman diharuskan menanggung seluruh kerugian akibat perang tersebut, selain itu kekuatan militernya pun dibatasi. Tidak ada perkembangan ekonomi bagi Jerman.

Krisis inilah yang akhirnya membuat rakyat Jerman sadar akan sebuah
nasionalisme. Hal tersebut tidak hanya dirasa oleh Jerman, karena trauma pasca perang juga dialami oleh berbagai negara di dunia. Politik ekstrim yang timbul membuat negara Jerman, Jepang dan Italia condong pada paham fasisme. Di Jerman, pemimpin semangat nasionalisme ini adalah Adolf Hittler.

Paham fasisme muncul di Italia oleh Benito Mussolini dan di Jepang oleh Hirohito.

Ketiga negara tersebut membentuk sebuah blok, blok timur, yang berujung lagi pada perang raksasa, Perang Dunia II.

Jerman dengan semangat nasionalismenya yang dipimpin oleh Adolf Hittler menolak keras perjanjian Versailes karena dianggap merugikan negara Jerman.

Gerakan nasionalisme Jerman disebut Nazi. Target pertama Jerman adalah Polandia yang diserang pada tahun 1939. Akibatnya, meletuslah Perang Dunia II yang jauh lebih besar daripada Perang Dunia I. Perang
Dunia II merupakan perang yang melibatkan 2 aliansi, yaitu: blok timur dan blok barat.

Blok timur terdiri dari Jerman, Italia dan Jepang. Sedangkan blok barat terdiri dari tentara sekutu yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Perang Dunia II berakhir setelah Jepang menyerah pada Amerika Serikat pada tanggal 14 Agustus 1945.

BACA:  Sejarah hari Ibu 22 Desember bermula dari kongres di yogyakarta


Berakhirnya Perang Dunia II, memunculkan fenomena baru yaitu, negara super power.


Negara tersebut adalah Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kedua negara tersebut berperan sangat penting dalam menjalankan kekuatan dunia dan stabilitas dunia.

Keduanya sama-sama berebut untuk menjadi yang paling unggul di dunia internasional. Dengan kekuatan yang sangat kuat,
Amerika Serikat dengan paham liberalismenya dan Uni Soviet dengan paham komunismenya, menjadi pusat utama kekuatan dunia.

Konflik yang terjadi pada Amerika Serikat dan Uni Soviet ini berujung pada Perang Dingin. Berakhirnya Perang Dingin ditandai dengan banyaknya negara yang memisahkan diri dari Uni Soviet, yang kemudian membuat Uni Soviet pun mengalami kegagalan sistem politik.

Paham Komunisme oleh Uni Soviet dianggap tidak dapat memajukan sistem kapitalisme.

Dengan hancurnya Uni Soviet maka sistem kapitalisme pun berkembang pesat dan Amerika Serikat berdiri sebagai negara super power satu-satunya.

Ketiga peristiwa bersejarah ini membawa dampak luar biasa dalam hubungan internasional. Baik Perang Dunia, maupun Perang Dingin, Keduanya sama-sama berperan dalam perkembangan Ilmu Hubungan Internasional yang saat ini dipelajari oleh penstudi.

BACA:  “Sistem Politik Otoriter”

Salah satu hal yang paling nampak dipengaruhi oleh Perang Dunia dan Perang Dingin ialah, nasionalisme.

Pasca Perang Dunia dan Perang Dingin, nasionalisme makin akrab tertangkap oleh telinga dan terdengar.

Nasionalisme menjadi isu yang dibahas dimana-mana,lebih lagi semenjak Nazi melakukan pembantaian luar biasa terhadap kaum Yahudi atas alasan nasionalisme.

Setelah Perang Dunia II berakhir, semangat nasionalisme terus tumbuh, khususnya di negara-negara terjajah, yang kemudian mendorong banyak negara di Asia dan Afrika untuk merdeka.

Berita sebelumyaPelukan Intel Natsir
Berita berikutnya“Sistem Politik Otoriter”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

Sejarah Lahirnya Partai Nazi Jerman

Oleh : Daffa Nugroho Ananda NSDAP atau (Nationale Deutche Arbeiter Partei)  dikenal sebuah partai buruh dari Jerman yang pertama...

PERTEMPURAN STALINGRAD

OLEH : Daffa Nugroho Ananda Pertempuran Stalingrad merupakan pertempuran paling terbesar selama Perang Dunia II. Pertempuran ini menggambarkan dimana...

Keterkaitan Antara Soekarno Dengan DN.Aidit dan Partai Komunis Indonesia

Oleh : Daffa Nugroho Ananda Partai Komunis Indonesia merupakan salah satu partai politik  terlarang di Indonesia sejak tahun 1965...

JANGAN JADIKAN KEMITRAAN OJEK ONLINE SEBAGAI PENINDASAN GAYA BARU

Refleksi kondisi mitra ojek online di era pandemi virus Sars-CoV-2 atau virus corona Oleh :Tian Hermawan(Aspal Merah Perjuangan)

Peristiwa PDRI & lahirnya Polwan di Indonesia

kelahiran Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia tak jauh berbeda dengan proses kelahiran Polisi Wanita di negara lain, yang bertugas dalam penanganan dan...